Info Sekolah
Senin, 09 Mar 2026
  • Selamat Datang di Website SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Islami - Siap Kerja - Siap Kuliah - Siap Wirausaha
  • Selamat Datang di Website SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Islami - Siap Kerja - Siap Kuliah - Siap Wirausaha
9 Maret 2026

“Biasanya Kami Makmum, Kini Berdiri di Depan Jamaah” – Kisah Firmansyah dan Dwin di Safari Ramadhan 2026

Sen, 9 Maret 2026 Dibaca 3x Berita Sekolah / Blog

KEDAMEAN – Malam itu suasana Masjid At-Taqwa Desa Tulung terasa berbeda. Bukan karena jumlah jamaah yang membludak, tetapi karena dua pemuda yang selama ini dikenal sebagai bagian dari jamaah, kini berdiri di posisi yang berbeda — sebagai imam dan penceramah.

Mereka adalah Firmansyah, siswa kelas XII DKV, dan Dwin Ardiansyah, siswa kelas XI DKV dari SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Keduanya mendapat amanah dalam program Safari Ramadhan 2026 untuk mengisi kegiatan di desa mereka sendiri, Desa Tulung, Kecamatan Kedamean.

Bagi Firmansyah, menjadi imam sholat Isya dan Tarawih di kampung halamannya adalah pengalaman yang tak terlupakan. Sejak kecil ia terbiasa berdiri di barisan makmum, mengikuti gerakan imam di masjid yang sama. Namun malam itu, ia berdiri di depan, memimpin keluarga, tetangga, dan teman-temannya.

“Rasanya campur aduk. Deg-degan pasti ada, tapi lebih banyak rasa senang dan bangga. Saya merasa sangat senang bisa menjadi imam sholat Isya dan Tarawih di desa sendiri, di tengah keluarga dan teman-teman,” ungkap Firmansyah.

Ia mengaku persiapan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Selain menjaga hafalan dan memperbaiki bacaan, ia juga berusaha menenangkan diri agar tetap khusyuk. Baginya, pengalaman ini bukan hanya tentang keberanian tampil di depan, tetapi tentang tanggung jawab menjaga amanah.

Hal serupa dirasakan oleh Dwin Ardiansyah. Malam itu ia mendapat tugas menyampaikan kultum di hadapan jamaah tarawih. Biasanya ia hanya duduk mendengarkan ceramah, namun kini ia yang berdiri di atas mimbar.

“Malam ini sungguh merupakan surprise bagi jamaah. Biasanya saya hanya sebagai jamaah, tapi kali ini saya berdiri di atas mimbar dan memberikan kultum di depan para jamaah,” ujarnya dengan senyum bangga.

Dwin mengaku sempat merasa gugup ketika melihat jamaah yang sebagian besar adalah orang-orang yang ia kenal sejak kecil. Namun rasa gugup itu perlahan berubah menjadi semangat ketika ia mulai menyampaikan materi kultum tentang makna ketakwaan di bulan Ramadhan.

Bagi keduanya, Safari Ramadhan bukan sekadar tugas sekolah. Ini adalah momentum pembuktian diri dan latihan nyata berdakwah di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Safari Ramadhan 2026 yang digagas oleh SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Dalam program tersebut, para siswa ditugaskan menjadi imam dan penceramah tarawih di berbagai masjid wilayah Benjeng, Balongpanggang, dan Kedamean. Sementara siswi putri turut membantu mengajar mengaji di TPQ setempat.

Bagi Firmansyah dan Dwin, mengabdi di desa sendiri memiliki kesan tersendiri. Mereka merasa lebih tertantang karena berdiri di hadapan orang-orang terdekat.

“Justru karena ini desa sendiri, saya merasa harus tampil lebih maksimal. Ini bukan hanya soal keberanian, tapi juga menjaga nama baik sekolah dan keluarga,” tambah Firmansyah.

Melalui pengalaman ini, keduanya berharap bisa terus berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam kegiatan dakwah, khususnya di lingkungan Muhammadiyah Kedamean yang masih terus bertumbuh.

Safari Ramadhan 2026 pun menjadi momen berharga, bukan hanya bagi jamaah yang merasakan kehadiran generasi muda di mimbar masjid, tetapi juga bagi Firmansyah dan Dwin sendiri — sebuah langkah awal dari perjalanan panjang mereka dalam belajar memimpin dan berdakwah.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar