GRESIK – Berawal dari kegemaran membuat konten grafis sejak SMP, Shiddiq Arya Al Jalil kini berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Siswa kelas XII Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Muhammadiyah 2 Gresik (SMK Muda Gresik) ini meraih Juara III Lomba Desain Infografis Tingkat Nasional yang diselenggarakan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Prestasi tersebut terasa istimewa karena Arya harus bersaing dengan peserta dari berbagai daerah yang mayoritas merupakan mahasiswa perguruan tinggi.
Arya mengaku sangat gembira atas pencapaiannya. Terlebih, kompetisi menerapkan penilaian ketat. Setiap peserta diwajibkan melaporkan perkembangan pengerjaan desain secara daring untuk memastikan orisinalitas karya sekaligus mencegah penggunaan aplikasi desain berbasis kecerdasan buatan (AI).
Ketertarikan Arya terhadap desain grafis telah tumbuh sejak SMP. Kegemarannya membuat konten visual mendorongnya memilih jurusan DKV di SMK Muda Gresik untuk mengembangkan bakat secara lebih serius.
Selama bersekolah, Arya merasa menemukan lingkungan belajar yang mendukung potensinya. Bimbingan guru yang kompeten, teman-teman yang saling mendukung, serta pengalaman magang di perusahaan semakin mematangkan keterampilan desainnya.
Tidak hanya mengandalkan pembelajaran di kelas, Arya juga aktif menerima pekerjaan sebagai desainer grafis lepas (freelancer). Pengalaman menangani permintaan klien secara langsung menjadi kesempatan berharga untuk mengasah kreativitas sekaligus memahami kebutuhan dunia industri.
Menariknya, di tengah kesibukan belajar dan bekerja, Arya tetap aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) serta kegiatan ekstrakurikuler baris-berbaris di Denpasma. Berbagai aktivitas tersebut membantunya mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola waktu.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI, Arya memiliki pandangan optimistis terhadap masa depan profesi desainer grafis.
Menurutnya, AI merupakan alat bantu yang dapat mempercepat pekerjaan, tetapi tidak sepenuhnya menggantikan kreativitas manusia. Kemampuan mengembangkan ide, memahami konsep, dan menyampaikan pesan visual tetap menjadi penentu kualitas sebuah karya.
Karena itu, Arya memilih terus meningkatkan keterampilannya daripada mengkhawatirkan perkembangan teknologi.
Keberhasilan meraih Juara III tingkat nasional semakin memotivasinya untuk belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik.
Prestasi Arya sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan vokasi mampu membuka peluang bagi siswa untuk bersaing dengan mahasiswa di tingkat nasional.
Kisahnya menjadi inspirasi bahwa hobi yang ditekuni secara konsisten, didukung lingkungan belajar yang tepat dan pengalaman industri, dapat berkembang menjadi keterampilan profesional sekaligus mengantarkan pada prestasi membanggakan.
Terus berkarya dan menginspirasi, Arya!
Tinggalkan Komentar