Info Sekolah
Sabtu, 14 Mar 2026
  • Selamat Datang di Website SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Islami - Siap Kerja - Siap Kuliah - Siap Wirausaha
  • Selamat Datang di Website SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Islami - Siap Kerja - Siap Kuliah - Siap Wirausaha
14 Maret 2026

“Pulang Sekolah Ngarit, Malam Hari Memanggul Gabah: Perjuangan Adi Mengejar Masa Depan.”

Sab, 14 Maret 2026 Dibaca 2x Berita Sekolah / Blog

Keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Hal itulah yang dibuktikan oleh Mohammad Adi Wahyu (Adi), siswa kelas X jurusan Teknik Mekanik Industri (TMI) SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Di tengah berbagai keterbatasan, Adi tetap menjalani hari-harinya dengan penuh semangat, membagi waktu antara belajar, berorganisasi, dan bekerja membantu keluarganya.

Adi berasal dari keluarga sederhana di Dusun Ngepung Klampok, Kecamatan Benjeng. Sejak kecil, ia telah terbiasa hidup mandiri. Bahkan sejak kelas 1 Sekolah Dasar, Adi sudah harus kehilangan sosok ibu yang sangat ia sayangi. Saat ini ia tinggal bersama ayahnya yang sudah berusia lanjut. Sementara kakaknya telah berkeluarga dan tinggal di tempat lain. Kondisi tersebut membuat Adi merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu ayahnya menjalani kehidupan sehari-hari.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mencukupi uang saku sekolahnya, Adi memanfaatkan waktu luangnya dengan bekerja. Ketika musim panen padi tiba, ia tak segan turun ke sawah menjadi buruh tani setiap hari Sabtu dan Minggu. Sementara pada malam hari, ia bekerja sebagai kuli panggul di sebuah penggilingan padi di desanya.

Di tempat itu, Adi bersama beberapa pekerja lain bertugas mengangkat karung-karung gabah hasil panen petani untuk dimuat ke dalam truk. Pekerjaan yang tidak ringan tersebut sudah ia jalani sejak duduk di bangku kelas 8 SMP.

Komik Perjuangan Adi

Komik Perjuangan Adi

“Semalam bisa mengangkut dua truk gabah bersama tiga orang yang lain. Lumayan, ketika musim panen begini bisa mengantongi dua ratus sampai tiga ratus ribu rupiah dalam semalam,” ujarnya dengan senyum sederhana.

Semangat kerja Adi tidak berhenti sampai di situ. Dalam kesehariannya, ia juga membantu ayahnya memelihara hewan ternak di rumah. Saat ini terdapat dua ekor sapi dan delapan ekor kambing yang dirawat oleh keluarganya.

“Ada dua ekor sapi dan delapan ekor kambing yang merupakan titipan kerabat untuk dipelihara dengan sistem bagi hasil,” tambahnya.

Untuk membantu mencukupi pakan ternak tersebut, Adi sering memanfaatkan waktu setelah pulang sekolah untuk mencari rumput. Bahkan tak jarang, setelah bel pulang sekolah berbunyi, ia tidak langsung pulang ke rumah, melainkan mencari rumput di area belakang sekolah.

“Lumayan, bisa dapat satu zak rumput. Bisa membantu menambah pakan sapi dan kambing di rumah,” tuturnya.

Di tengah kesibukan bekerja dan membantu keluarga, Adi tetap aktif mengikuti kegiatan di sekolah. Ia tercatat sebagai salah satu pengurus IPM Ranting SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Meski harus membagi waktu dengan berbagai aktivitas di luar sekolah, ia berusaha untuk tetap hadir dalam setiap kegiatan organisasi selama tidak bersamaan dengan waktu bekerjanya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhammadiyah 2 Gresik sekaligus pembina IPM, Abdullah Haris, mengaku sangat mengapresiasi semangat dan keteguhan Adi.

“Kalau siswa yang lain ketika pulang sekolah biasanya santai di rumah atau nongkrong dengan temannya, tapi tidak dengan Adi. Ia memilih memanfaatkan waktunya untuk membantu keluarga dan bekerja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun seringkali harus bekerja di luar sekolah dan merasa lelah ketika mengikuti pelajaran, Adi hampir tidak pernah terlihat mengeluh.

“Meskipun seringkali bekerja di luar sekolah dan merasa kecapekan ketika belajar di sekolah, tapi dia tidak pernah berkeluh kesah. Justru ia selalu bersemangat dalam mengikuti kegiatan IPM di sekolah,” tambahnya.

Kisah Adi menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, ia terus melangkah menata masa depan—bahkan di balik beratnya karung-karung gabah yang ia panggul setiap malam. (Immawan)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar