Langkah Nyata Turunkan Angka Pengangguran, SMK Muhammadiyah 2 Gresik Adakan Pelatihan Kecakapan Kerja (PKK) 2021

SMK Muhammadiyah 2 Gresik atau biasa disebut SMK Muda Benjeng tahun ini mendapatkan kepercayaan sebagai penyelenggara Program Pelatihan Kecakapan Kerja dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Program yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat usia 17 – 25 tahun ini dibuka secara virtual oleh Prof. Dr. Zainudin Maliki, M.Si Jumat, 12 November 2021.

Dalam sambutannya, anggota Komisi X DPR-RI dari fraksi PAN ini menyampaikan rasa optimismenya bahwa melalui program PKK ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Selain dihadiri secara virtual oleh Prof. Zainudin Maliki, M.Si, acara ini juga dihadiri oleh Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, DR. Elvi Wahyudi, M.M dan perwakilan dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Cabang Benjeng.

Program PKK ini sendiri diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari wilayah kabupaten Gresik dan luar daerah seperti Kediri, Lamongan dan Surabaya. Keinginan yang besar untuk memiliki kompetensi di bidang Desain Grafis menjadi alasan bagi para peserta mengikuti program ini.

“Ketika mengetahui informasi tentang PKK ini dari @infogresik, saya langsung mendaftar secara online. Meskipun sudah lulus kuliah S1, tapi sementara ini saya ingin mengisi waktu luang untuk mendapatkan pelatihan Desain Grafis di SMK Muhammadiyah 2 Gresik ini,mudah-mudahan bermanfaat.” tutur Dimas Syahrul Amrullah peserta dari Kediri ini bersemangat.

Sementara Fachrizal Alfarisi selaku ketua panitia PKK mengungkapkan harapannya agar para peserta nantinya bisa mengikuti pelatihan berdurasi 150 jam ini secara konsisten agar kualitas lulusannya betul-betul memenuhi kualifikasi sebagai Desainer Grafis Muda yang bisa diandalkan.

“Di akhir pelatihan ini, akan diadakan Uji Kompetensi Keahlian oleh Lembaga Sertifikasi Profesional (LSP-P3) yang cukup berat. Jika pesertanya tidak konsisten dan serius mengikuti materi sangat mungkin untuk tidak lulus dalam ujiannya, mudah-mudahan semua peserta bisa selalu aktif dalam belajar dan berlatih pada program ini,” pungkasnya. (Syuhud Immawan)