Belajar mengajar secara tatap muka sudah mulai diberlakukan mulai pertengahan Agustus dengan menggunakan sistem sesi 1 dan sesi 2 untuk kelas X dan XI di SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Pembelajaran normal tanpa sistem sesi 1 dan 2 telah dimulai setelah pelaksanaan PTS, tepatnya tanggal 5 Oktober 2021. Kabar baik berupa penurunan angka kasus Covid-19 adalah alasan utama sekolah tatap muka sudah mulai diperbolehkan. Agar proses belajar mengajar terasa nyaman dan aman, maka warga sekolah harus melaksanakan program pemerintah berupa test swab antigen setiap 1 bulan sekali sebagai syarat supaya bisa melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Selasa (5/10/21) 16 warga SMK MUDA melakukan test swab antigen di Puskesmas Benjeng. Bapak Fachrijal Al-Farisi A.md menuturkan “Screening penyebaran virus Covid-19 ini adalah program pemerintah yang diadakan rutin setiap 1 bulan sekali, dan gratis melalui puskesmas Benjeng. Total warga sekolah yang menghadiri tes swab antigen pada Selasa (5/10/21) adalah 11 dari siswa kelas X dan XI serta 5 tenaga pendidik yang dipilih acak. 16 warga yang telah melaksanakan tes, Alhamdulillah hasil yang diperoleh adalah negatif (-) semua.”

Semua yang telah ditunjuk untuk mengikuti tes swab antigen telah diperhatikan kondisi kesehatanya terlebih dahulu. 11 siswa yang dipilih acak dari SMK MUDA untuk mengikuti tes swab adalah anak-anak yang dalam kondisi sehat dan akan masuk sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Oleh karena itu 11 siswa tersebut tidak merasa keberatan ketika ditunjuk untuk menghadiri tes swab antigen di puskesmas Benjeng. “awalnya deg deg an karena takut sakit saat diperiksa dan takut hasilnya tidak sesuai yang saya bayangkan, eh ternyata sakitnya sedikit dan Alhamdulillah hasilnya langsung keluar dan menunjukkan keterangan negatif (-).” Kata Citra Wahyu dari kelas XI DKV yang menceritakan pengalaman pertamnya usai melakukan tes swab antigen.